Rifa Seorang blogger dan internet marketer asal Sumedang, Jawa Barat. Saat ini aktif mengelola beberapa blog dan berjualan produk fashion secara online.

Cara Usaha Toko Kelontong untuk Pemula

3 min read

Cara Usaha Toko Kelontong untuk Pemula

Masih bingung cari usaha yang tak perlu pergi jauh dari rumah? Buka saja usaha toko kelontong. Anda bisa membuka toko di garasi atau bagian depan rumah yang disulap sedemikian rupa menjadi tempat berjualan.

Namun, seperti sebuah usaha pada umumnya, Anda tetap harus menyiapkan sejumlah hal sebelum membuka toko kelontong. Tidak serta merta merombak garasi untuk menjadikannya lokasi usaha Anda.

Lalu apa saja cara usaha toko kelontong yang bisa Anda lakukan? Berikut beberapa poin penting yang harus Anda siapkan sebelum memulai membuka toko kelontong.

Cara Usaha Toko Kelontong

Inilah beberapa tips usaha toko kelontong untuk pemula yang bisa dicoba di daerah anda.

1. Lokasi yang Strategis

CARA USAHA TOKO KELONTONG UNTUK PEMULA AGAR SUKSES DAN BERTAHAN LAMA

Kesukesan sebuah usaha tak bisa lepas dari lokasi yang strategis. Nah, sebuah toko kelontong pasti akan dibutuhkan di tengah pemukiman warga. Semakin pada wilayah pemukiman tersebut, semakin terbuka peluang meraih banyak pelanggan.

Kalau Anda memang tinggal di wilayah pemukiman yang potensial, maka membuka toko kelontong di depan rumah sudah cukup. Namun, jika memang wilayah tempat tinggal kurang strategis, mau tidak mau Anda harus mencari tempat lain yang lebih potensial.

Membuka toko di rumah memang akan menghemat biaya sewa lahan. Namun, belum tentu memberi banyak pemasukan jika wilayahnya kurang strategis.

Maka itu, ada baiknya Anda mensurvei sejumlah tempat yang memang potensial dan berada di tengah pemukiman warga. Biasa sewa toko yang dikeluarkan akan tertutup dengan banyaknya penjualan yang Anda dapatkan setiap hari.

2. Survei Kebutuhan Masyarakat Sekitar

Setelah menetapkan lokasi calon toko kelontong, Anda juga harus melakukan survei guna mengetahui kebutuhan utama masyarakat sekitar. Sehingga Anda akan tahu persis apa saja item yang harus selalu tersedia di toko kelontong Anda.

Hal ini akan berhubungan dengan modal yang bakal Anda keluarkan nantinya. Karena setiap barang yang dijual tidak punya nilai keuntungan yang sama. Artinya, Anda harus mengatur dengan baik variasi produk yang dijual. Antara produk utama dengan produk pendamping.

Cermati juga ada berapa banyak toko kelontong yang berada di sekitar toko Anda. Jika memang tidak banyak atau bahkan Anda satu-satunya pemilik toko kelontong di wilayah tersebut, Anda bisa mengeluarkan modal secara maksimal. Sehingga pasar yang digaet pun bisa ikut maksimal.

3. Cari Suplier Terbaik

Bisnis toko kelontong tidaklah memiliki marjin yang besar. Dari setiap item yang dijual biasanya hanya mengambil untung beberapa ratus rupiah saja. Tak banyak yang dijual dengan keuntungan sampai ribuah rupiah. Tapi karena volume penjualan yang besar membuat marjin tersebut bisa memberi pemasukan yang besar.

Nah, untuk mendapatkan marjin yang lebih besar, syarat utamanya Anda harus mendapatkan suplier yang mampu memberi harga terbaik. Suplier ini biasanya hanya menjual secara grosir. Nantinya, Anda akan mendapat keuntungan saat menjual secara eceran di toko kelontong yang Anda kelola.

Suplier yang bisa memberikan harga terbaik biasanya suplier utama di wilayah yang menjadi tempat tinggal Anda. Upayakan Anda mendapat barang dari suplier utama agar marjin keuntungan yang didapat bisa lebih besar.

Khusus untuk produk-produk yang memang banyak diminati masyarakat, kadang kala pihak marketing dari perusahaan yang mendatangi Anda secara langsung. Jadi Anda tak perlu repot mendatangi mereka dan bisa mendapat kepastian stok setiap saat.

5. Atur Dekorasi Toko

Umumnya, toko kelontong jarang memperhatikan soal dekorasi atau penataan produk yang dijual. Padahal, hal ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon konsumen.

Saat mereka lewat di depan toko Anda meski tak berniat membeli, tapi bisa berubah saat muncul rasa tertarik dengan dekorasi toko. Jadi, jangan anggap sepele soal dekorasi toko ini ya.

Apalagi, tata dekorasi atau display jualan ini tak hanya bermanfaat bagi pembeli. Anda pun juga bisa lebih mudah mencari barang yang dibutuhkan konsumen. Karena semuanya tertata dengan rapi sesuai kategori.

Bayangkan, jika toko Anda berantakan tak beraturan. Saat akan mencari stok barang yang dibutuhkan Anda pasti akan mengalami kesulitan. Ujungnya, konsumen jadi malas datang ke toko Anda.

6. Selalu Beri 3 S

Konsep 3 S rasanya sudah menjadi standar dalam bisnis pelayanan. Selalu berupaya membuat konsumen nyaman ketika berbelanja di toko Anda.

Caranya? Selalu memberikan 3 S. Yaitu Senyum, Sapa, dan Salam.

Berikan senyuman setiap ada pelanggan yang datang. Dengan demikian, mereka pasti akan merasa nyaman dan berpeluang banyak berbelanja di toko Anda.

Selalu sapa dengan ramah setiap pelanggan yang datang. Tanyakan apa yang mereka butuhkan dengan ucapan yang ramah dan menyenangkan. Jangan lupa juga memberikan salam atau ucapkan terima kasih saat konsumen selesai berbelanja.

Ingat, hal ini berlaku mutlak dalam kondisi apa pun yang Anda tengah alami. Meski Anda dalam kondisi bad mood, tetap selalu menjaga 3 S ini.

Karena pelanggan tak akan pernah mau tahu apa kondisi pikiran Anda saat berbelanja di toko kelontong milik Anda. Mereka hanya datang untuk mencari apa yang mereka butuhkan.

Saat mereka mendapatkan jawaban ketus soal barang yang ingin dibeli, dapat dipastikan itu menjadi kunjungan terakhir mereka ke toko Anda. Bahkan, bukan mustahil mereka akan membatalkan belanja karena sudah merasa tidak nyaman dengan sikap ketus Anda.

Jadi, pastikan Anda selalu menebar keramahan dalam kondisi apa pun. Karena, pembeli adalah raja yang harus dilayani sebaik dan semaksimal mungkin.

7. Siapkan Gudang Penyimpanan Stok

Soal manajemen stok barang juga harus menjadi perhatian saat Anda berencana membuka toko kelontong. Jangan pernah jadikan tempat Anda menyajikan display jualan sebagai gudang. Karena hal ini justru akan menciptakan masalah.

Upayakan Anda memiliki ruang khusus untuk menaruh persediaan barang jualan. Khususnya untuk barang-barang yang memang bisa disimpan cukup lama. Seperti makanan instan, susu, dan produk-produk yang memang bisa disimpan dalam waktu lama.

Sehingga ketika ada konsumen yang akan membeli dalam jumlah banyak, tak perlu mengambil dari rak display. Biarkan rak display hanya untuk melayani pembelian dalam jumlah sedikit. Bagi pelanggan yang butuh dalam jumlah banyak langsung diambil dari gudang penyimpanan.

Karena itu, Anda harus punya manajemen penyimpanan yang baik. Setiap dus atau boks produk yang masuk atau keluar dari gudang harus tercatat dengan baik. Sehingga Anda tahu persis apa saja yang sudah akan habis atau masih tersedia dalam jumlah banyak.

Jangan sampai ketika ada pembeli yang datang tak bisa dilayani kebutuhannya karena ternyata stok barang yang dia inginkan sudah tidak tersedia alias habis. Kelak, dia tak akan kembali lagi ke toko Anda ketika mencari barang yang sama karena punya pengalaman buruk.

Itulah sekilas cara usaha toko kelontong. Tentu saja, Anda harus serius menjalani usaha ini jika ingin meraih kesuksesan.

Jika prinsip-prinsip di atas Anda lakukan dengan penuh komitmen tinggi, rasanya usaha Anda akan berkembang. Bahkan bukan mustahil bisa menyaingi toko-toko ritel alias minimarket yang kini sudah menyebar hingga ke pelosok.

Rifa Seorang blogger dan internet marketer asal Sumedang, Jawa Barat. Saat ini aktif mengelola beberapa blog dan berjualan produk fashion secara online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *