Rifa Seorang blogger dan internet marketer asal Sumedang, Jawa Barat. Saat ini aktif mengelola beberapa blog dan berjualan produk fashion secara online.

Tips Usaha Frozen Food untuk Pemula

3 min read

Ide bisnis bisa datang dari hal sederhana misalnya ditengah pandemik seperti sekarang, orang sangat membutuhkan makanan beku. Anda bisa membeli jenis makanan ini di minimarket, distributor, atau supermarket.

Nah, iseng-iseng, daripada membeli, Anda bisa membuat sendiri lalu dikembangkan menjadi ide bisnis.

Frozen food adalah makanan beku yang siap diolah lagi dengan cepat. Contoh paling mudah adalah bakso, udang, dan daging. Secara umum, makanan ini berada diantara level matang dan setengah matang.

Jika memilih frozen food matang, Anda cukup memanaskan atau memasak langsung. Ada juga frozen food yang masih mentah sehingga butuh tambahan olahan tertentu agar siap untuk dihidangkan.

Meskipun tampak mudah, frozen food membutuhkan berbagai hal agar produksi dan bisnis berjalan lancar. Anda harus memulainya dari pemilihan produk, bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, branding, hingga memperluas jaringan.

Tips Memulai Bisnis Frozen Food

Sebelum Anda memulai usaha frozen food, wajib hukumnya meriset pasar. Daerah atau area mana saja yang tertarik untuk membeli frozen food. Setelah itu, Anda bisa mencoba beberapa strategi memulai usaha frozen food pada pembahasan berikut ini.

1. Modal

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan modal. Semua bisnis membutuhkan moda meskipun hanya sebagai reseller atau distributor.

Jika Anda terjun langsung sebagai produsen frozen food, modal yang dibutuhkan cukup besar apalagi bagi pemula.

Anda sebaiknya mempertimbangkan modal mandiri terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman. Setelah mendapatkan hasil dan prospek bisnis cerah, Anda bisa menambahkan lagi permodalan untuk mengembangkan bisnis.

2. Jenis produk yang akan dibuat dan dijual

Modal telah siap dan Anda menentukan jenis produk yang akan dijual. Bakso merupakan produk paling umum serta cukup mudah untuk diproduksi.

Tentu saja, jenis frozen food bisa beraneka macam tergantung dari permintaan dan kebutuhan masyarakat. Anda bahkan bisa membuat frozen food yang berasal dari makanan siap digoreng.

Penentuan jenis produk ini berhubungan dengan alokasi modal yang tersedia. Beberapa makanan dapat diproduksi hanya dengan modal terbatas.

3. Proses pengolahan dan peralatan

Produksi frozen food dapat dilakukan oleh industri rumahan. Anda bisa mempersiapkan tempat dan peralatan penunjang termasuk mesin pengepakan.

Ini adalah tahap penting karena kualitas produksi menentukan apakan produk Anda layak atau tidak untuk dijual dan dikonsumsi.

Anda membutuhkan lisensi karena setiap produk olahan makanan membutuhkan izin resmi apalagi daging. Anda mengecek terlebih dahulu peraturan yang berlaku baik secara nasional maupun daerah.

Anda harus mengetahui bagaimana memproduksi makanan beku dengan benar dan tepat. Untuk hal tersebut, Anda bisa mengikuti kursus atau pelatihan serta mencari informasi dari berbagai sumber.

Anda memilih bahan baku berkualitas agar hasilnya memuaskan.

4. Branding dan pemasaran

Setelah tahap produksi, langkah selanjutnya adalah pemasaran dan branding. Ini adalah tahap dimana Anda akan menerima untung atau rugi.

Ada dua cara saat menjual produk olahan beku. Pertama, Anda menjual tanpa branding karena produk tersebut tersedia dengan harga terjangkau sebagai alternatif. Produk di supermarket.

Banyak masyarakat menyukai produk jenis ini dan mereka tidak peduli soal branding.

Asalkan produk bagus dan enak, mereka akan tetap membeli. Anda cukup menggunakan nama produk yang mudah diingat dengan pengemasan yang rapi dan sederhana. Cara ini sangat cocok untuk mereka yang baru memasuki bisnis frozen food.

Cara kedua adalah Anda membuat marketing lengkap untuk produk frozen food tersebut. Anda menggunakan pendekatan marketing modern dan digital sehingga menempatkan frozen food menjadi produk khusus.

Merek sangat penting terutama untuk membuat persepsi pembeli terhadap produk yang Anda jual.

Cara ini cocok bagi pengusaha yang bersedia berinvestasi lebih untuk marketing. Selain itu, produk juga harus berbeda dengan yang ada.

Jika memang produk berada di kategori sama, Anda harus mampu membuat produk tersebut berbeda dan mudah dikenali.

5. Penjualan online dan sosial media

Anda jangan melupakan penjualan online via marketplace dan sosial media. Keduanya merupakan media yang efektif untuk berjualan.

Marketplace menjadi tempat terbaik karena Anda tidak harus membuka toko secara langsung.

Tentu saja, produk harus memiliki target tertentu dan pemasaran yang tepat.

Penggunaan sosial media menjadi cara lain untuk meningkatkan jangkauan konsumen. Anda bisa membuka akun di beberapa sosial media untuk kebutuhan promosi.

Cara lain adalah menggunakan iklan digital yang tersedia di platform umum baik oleh mesin pencari atau sosial media.

6. Reseller dan distributor

Tips usaha frozen food selanjutnya adalah mengadakan sistem reseller dan distributor. Anda tidak perlu membuka cabang penjualan tetapi memanfaatkan orang lain menjadi reseller.

Bagi yang belum mempunyai kecukupan modal, reseller adalah cara terbaik untuk menjual produk.

7. Kerjasama dan networking

Bisnis makanan termasuk frozen food membutuhkan kerjasama dan networking. Anda harus menjaga hubungan baik dengan supplier terutama pemasok bahan baku berkualitas.

Selain itu, Anda dapat memperluas jaringan ke area yang memiliki potensi besar dan belum ada pesaing.

Networking juga bisa melalui sosial media serta distributor termasuk juga jaringan minimarket dan supermarket.

8. Diversifikasi produk

Pada tahap awal, Anda fokus dulu ke satu atau dua produk sebagai perkenalan. Setelah sukses dan mendapat respon bagus, Anda mempersiapkan produk baru termasuk.

Anda bisa membuat produk spesial dengan cita rasa tertentu terutama untuk konsumen di area berbeda.

Peluang Usaha Frozen Food

Peluang usaha frozen food memang besar terutama di perkotaan dimana banyak orang tidak ingin repot saat memasak makanan.

Anda bisa memulai dari produk khusus yang tidak biasa dan belum ada di pasaran.

Produk tersebut bisa diterima oleh pasar karena rasanya enak dan harga terjangkau.

Dua hal tersebut adalah tips sukses untuk berbisnis di bidang kuliner. Konsumen kadang tidak mengenali merek atau nama produk tetapi memiliki ingatan akan cita rasa.

Inilah aspek yang harus Anda menangkan terutama jika berhadapan dengan produsen dan brand besar.

Rasa adalah kunci untuk menarik lebih banyak konsumen dan menjaga agar mereka loyal.

Frozen food termasuk mudah dibuat tetapi tidak untuk mereka yang belum pernah berkecimpung di bisnis makanan. Secara umum, Anda harus paham bahan makanan terlebih dahulu.

Setelah itu, Anda belajar dan melatih diri agar terbiasa membuat makanan tersebut. Lakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan rasa yang tepat. Cari resepnya di internet, misalnya resep frozen food yang ada di situs-situs berbagi resep.

Bisnis ini sangat menjanjikan apalagi makanan adalah kebutuhan dasar manusia. Omzet bisa sangat besar jika produksi meningkat serta penjualan naik.

Anda bahkan bisa membuka cabang sendiri atau membuat toko yang secara khusus menjual produk makanan beku hasil produksi Anda sendiri.

Agar lebih optimal, Anda sebaiknya bekerjasama dengan mereka yang sudah berpengalaman.

Frozen food akan menjadi trend di masa depan dimana orang-orang lebih memilih makanan yang siap saji namun tetap sehat. Mereka tidak ingin repot dan memilih makanan jenis ini. Dengan jumlah penduduk besar, potensi bisnis akan berkembang pesat.

Rifa Seorang blogger dan internet marketer asal Sumedang, Jawa Barat. Saat ini aktif mengelola beberapa blog dan berjualan produk fashion secara online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *