Rifa Seorang blogger dan internet marketer asal Sumedang, Jawa Barat. Saat ini aktif mengelola beberapa blog dan berjualan produk fashion secara online.

7 Tantangan Bisnis dan Strategi Menghadapinya

2 min read

Tantangan Bisnis di Era Digital

Sebuah bisnis dibangun dengan banyak strategi agar mampu bertahan. Jika Anda masih mengingat saat pertama kali memulainya, pasti banyak sekali kendala dan cobaan bahkan sampai menyurutkan niat dan tekad. Hal tersebut masih ditambah dengan sulitnya bertahan dan mengembangkan agar mampu menghasilkan keuntungan. Tantangan bisnis tidak dapat terelakkan karena siapapun yang terjun ke dunia bisnis pasti mengalaminya. Apa lagi sekarang kita sudah memasuki era digital, pasti tantangan dan kompetisi lebih besar.

Tantangan Bisnis di Era Digital

Setiap bidang memiliki kendala tersendiri. Misalnya Anda mempunyai bisnis makanan maka masalah yang kerap muncul biasanyanya terkait dengan produk, bahan baku, dan sebagainya. Mereka yang berbisnis di bidang industri pasti mengalami masalah yang khusus terjadi di area tersebut.

Secara garis besar, dunia bisnis selalu berubah terutama di era digital dimana teknologi berperan untuk meningkatkan efisiensi. Beberapa tantangan bisnis yang sering ditemui pengusaha adalah sebagai berikut:

1. Situasi Internal

Bisnis yang kuat berawal dari situasi internal yang tangguh. Anda tentu sering mendengar perusahaan yang telah berumur ratusan tahun tumbang hanya karena kesalahan manajemen. Tantangan di bidang ini menyangkut sumber dana, politik kantor, sumber daya manusia, penerapan teknologi, kepemimpinan, manajemen keuangan, dan lainnya.

2. Pasar dan Kompetitor

Tujuan utama berbisnis adalah mendapatkan keuntungan. Anda menyediakan produk atau jasa lalu menawarkan ke customer, klien, atau pembeli. Keuntungan berasal dari penjualan dan pasar adalah tempat dimana transaksi terjadi.

Tantangan selanjutnya datang dari kondisi pasar termasuk tren permintaan dan kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh bisnis seperti fashion sangat rentan terhadap perubahan tren sehingga harus waspada.

Selain itu, bisnis tidak terlepas dari kompetitor. Meskipun usaha dan produk Anda unik, kompetitor selalu ada baik langsung maupun tidak langsung.

3. Kondisi Ekonomi

Banyak pebisnis pemula menyepelekan kondisi ekonomi ketika memulai usaha. Di sisi lain, perekonomian suatu negara ditentukan juga dari perkembangan bisnis. Sebaliknya, bisnis pula yang membuat ekonomi naik atau turun. Sebagai pebisnis dan pengusaha, Anda harus melihat kondisi ekonomi secara mikro dan makro. Perubahan ekonomi bisa berdampak pada pasar lalu menyebabkan naik turunnya permintaan.

4. Peristiwa di luar perkiraan

Anda pasti paham bahwa bisnis memiliki banyak tantangan dan Anda mungkin masih bisa memperkirakannya. Namun, dalam beberapa situasi khusus, ada hal yang membuat bisnis Anda mengalami masalah sebab hal tersebut di luar perkiraan. Contohnya adalah perubahan politik secara drastis, epidemi dan wabah, serta perang. Tidak ada yang mampu memperkirakan secara akurat apa yang terjadi di masa depan. Anda perlu memasukkan faktor di luar batas sebagai tantangan tersendiri.

Strategi Menghadapi Tantangan Bisnis

Setelah mengetahui tantangan bisnis,langkah selanjutnya adalah mencari solusi dan menerapkan. Solusi secara teknis akan menyesuaikan dengan kondisi bisnis dan cakupan masalah yang dihadapi. Beberapa tips berikut akan membantu untuk mencari solusi dan bertindak cepat ketika masalah datang.

1. Konsolidasi internal

Langkah pertama bermula dari kondisi internal bisnis itu sendiri. Pemilik atau pengelola harus menyelesaikan masalah kecil dan besar. Jika keuangan tidak memadai, Anda bisa memangkas beberapa pos pendanaan lalu membuat skala prioritas. Selain itu, Anda bisa merekrut atau mempertahankan karyawan yang terampil dan loyal. Apabila kondisi kantor kurang kondusif, Anda berhak menerapkan cara di luar batas agar semua pihak kembali ke posisinya.

2. Adaptasi teknologi dan pasar

Setelah kondisi internal solid, pebisnis mulai masuk ke penerapan teknologi dan menyesuaikan pasar. Teknologi digital berperan besar untuk meningkatkan efisiensi di berbagai bidang. Semua pekerjaan menjadi lancar, cepat, dan mudah.

3. Fokus ke bisnis utama

Karena sumber daya terbatas, Anda cukup fokus ke bisnis utama. Cara ini berguna untuk memastikan bahwa perusahaan bisa bertahan dan menyediakan apa yang konsumen butuhkan. Anda bisa bekerjasama dengan perusahaan lain untuk menunjang bisnis inti. Yang menarik adalah kolaborasi dan kerjasama dengan kompetitor. Selama masih di ranah legal, apapun dapat diterapkan.

4. Analisis ekonomi

Bisnis baik besar atau kecil harus memperhatikan situasi ekonomi. Misal Anda mempunyai toko elektronik dan melihat kondisi ekonomi akan menurun bulan depan. Dengan pengetahuan tersebut, Anda sudah mengantisipasinya dan membuat langkah strategis untuk menyelesaikan dengan tepat.

5. Rencana jangka panjang

Hal terakhir yang sangat penting adalah rencana jangka panjang untuk bisnis tersebut. Anda ingin bisnis masih berjalan selama mungkin dan menjadi besar. Anda bisa memulai dari toko kecil lalu berpindah ke ruka dan berusaha menjadi supplier utama. Rencana tersebut harus realistis dengan tujuan yang nyata.

Itulah beberapa tantangan bisnis di Indonesia yang kerap dialami pengusaha. Dalam dunia bisnis yang selalu berubah, pengusaha memang harus dituntut untuk beradaptasi agar bisnisnya bisa tetap survive dalam kondisi apa pun.

Rifa Seorang blogger dan internet marketer asal Sumedang, Jawa Barat. Saat ini aktif mengelola beberapa blog dan berjualan produk fashion secara online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *