Rifa Seorang blogger dan internet marketer asal Sumedang, Jawa Barat. Saat ini aktif mengelola beberapa blog dan berjualan produk fashion secara online.

Apa Perbedaan Paid Promote dan Endorse dalam Bisnis Online?

2 min read

Perbedaan Paid Promote dan Endorse di Bisnis Online

Kalau anda suka main di media sosial (Twitter, Instagram, Youtube, Tik Tok), pasti sudah sering mendengar istilah Paid Promote (PP) dan Endorsement. Nah, sebenarnya apa arti istilah itu? Apa perbedaan Paid Promote dan Endorse?

Buat yang belum tahu, Paid Promote dan Endorsement adalah metode promosi dengan memanfaatkan pihak ketiga (orang lain) yang memiliki banyak followers. Pihak ketiga ini bisa saja tokoh publik, artis, influencer, atau media (akun publik).

Tujuan paid promote dan endorsement sendiri bermacam-macam, misalnya untuk mempromosikan produk barang & jasa, giveaway, survey, donasi dan lain sebagainya.

Perbedaan Paid Promote dan Endorse dalam Bisnis Online

Mekanisme Promosi

Paid promote dan endorse memang sama-sama ditujukan untuk promosi, namun ada perbedaan mendasar pada mekanisme promosinya.

Paid promote biasanya hanya menampilkan foto, gambar, atau brosur dari pihak pengiklan lalu dipromosikan. Anggap saja pengiklan ingin paid promote ke influencer, maka pengiklan hanya perlu membayar tarif paid promote, selanjutnya pengiklan mengirim materi berupa foto beserta captionnya. Influencer memposting foto dan caption tersebut sesuai keinginan pengiklan.

Sedangkan untuk endorse, produk biasanya sampai ke tangan influencer tersebut untuk dipromosikan secara langsung. Misalnya pengiklan ingin promosi sepatu sneakers, maka sneakers tersebut akan dikirim ke alamat influencer (menjadi hak milik). Setelah sampai, influencer akan mereview atau mempromosikan sneakers tersebut sesuai kesepakatan sebelumnya dengan pengiklan.

Endorse bisa berbayar, bisa juga tidak. Ada beberapa influencer yang menerima barang secara cuma-cuma lalu dipromosikan, ada juga yang harus mematok harga lagi. Itu semua tergantung kesepakatan kedua belah pihak.

Media Iklan

Paid promote dan endorse itu punya segmen medianya sendiri. Paid promote biasanya ditawarkan oleh media / akun publik yang memiliki banyak followers seperti akun Dagelan, Indozone, Tahilalats, Minang.kocak, Awreceh.id, Jakarta.keras.

Sedangkan endorse cenderung ke tokoh publik (influencer) yang sudah ‘punya nama’ dan memiliki personal branding yang kuat; seperti artis, selebgram, content creator, dan streamer. Contoh yang suka melakukan endorse yaitu Raffi Nagita, Ria Ricis, Jerome Polin, Anugrah Aditya, Dr.Tirta.

Media / akun publik tentu hanya bisa melakukan paid promote, tidak bisa melakukan endorse (kecuali jika adminnya sudah dikenal secara publik).

Namun sebaliknya, para influencer bisa melakukan paid promote dan endorse sekaligus karena mereka bisa mempromosikan barangnya secara langsung, entah itu digunakan atau direview.

Kalau anda masih bingung, mari kita lihat Instagramnya Dr.Tirta (Influencer Fashion Brand Lokal). Di Feeds IG miliknya, beliau bisa mempromosikan produk dengan cara paid promote maupun endorse.

Harga Paid Promote dan Endorse

Secara umum, tarif endorse lebih mahal ketimbang paid promote. Jika endorse yang ditawarkan harus merogoh kocek lagi, maka biaya yang dikeluarkan sekitar 200 ribu sampai puluhan juta rupiah.

Sedangkan paid promote bisa 20 ribu sampai jutaan rupiah. Tarif paid promote dan endorse jelas sangat variatif. Masing-masing orang punya harga, syarat, dan ketentuan yang berbeda.

Semakin banyak jumlah followers, biasanya harga semakin mahal. Namun, kembali lagi apakah followersnya aktif berinteraksi?

Engagement, like, komentar dari followers juga bisa memengaruhi harga yang ditawarkan.

Tingkat Keberhasilan

Lantas, kita berujung pada pertanyaan: “Manakah yang lebih baik, Paid Promote atau Endorse?

Jawabannya simple.

Tergantung kebutuhan dan kemampuan anda.

Jika anda ingin profit cepat dengan modal terbatas, pilihan terbaiknya adalah paid promote. Sedangkan jika anda ingin menaikkan followers, branding, dan kepercayaan di mata konsumen, maka gunakanlah endorse.

Endorse memang jauh lebih powerfull dari banyak hal, namun biaya yang harus dikeluarkan juga lebih banyak. Endorse lebih berhasil karena cenderung softselling dan menawarkan barangnya secara langsung.

Namun mengingat harganya yang lebih tinggi, sebagian dari kita masih enggan untuk menjajalnya. Kalau anda masih merasa pemula dan baru pertama kali beriklan, cobalah paid promote terlebih dahulu.

Dengan melakukan paid promote, anda bisa mengurangi tingkat kerugian apalagi jika modal promosinya terbatas. Setelah anda mencobanya, lakukan evaluasi apakah paid promotenya berhasil atau tidak.

Kalau anda sudah mulai paham cara kerja dan ada modalnya, cobalah untuk endorse. Makin sering endorse, makin cepat pula pertumbuhan followersnya.

Jadi, itulah perbedaan antara endorse dan paid promote. Anda bisa melakukan promosi di Instagram dengan dua cara ini, tapi jangan lupakan juga Instagram Ads. Dengan Instagram Ads, anda bisa menargetkan iklan ke audience yang tepat sasaran dan bisa dijadikan sebagai database.

Ya, semua channel pemasaran di Instagram memang harus dicoba sih agar lebih maksimal. Selamat jualan!

Rifa Seorang blogger dan internet marketer asal Sumedang, Jawa Barat. Saat ini aktif mengelola beberapa blog dan berjualan produk fashion secara online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *