Rifa Seorang blogger dan internet marketer asal Sumedang, Jawa Barat. Saat ini aktif mengelola beberapa blog dan berjualan produk fashion secara online.

7 Kesalahan Pengusaha Fotocopy Pemula yang Sering Dilakukan

3 min read

7 Kesalahan Pengusaha Fotocopy Pemula

Bisnis fotocopy memang terlihat menguntungkan. Banyak orang yang kemudian memulai usaha ini karena prospeknya yang lumayan. Akan tetapi, mereka terkadang lupa mempertimbangkan resiko usaha fotocopy. Berbagai kesalahan pengusaha fotocopy pemula sudah sangat sering terjadi di lapangan.

Ketika pengusaha pemula tidak bisa menganalisis resiko usaha fotocopy, rentetan kesalahan akhirnya membuat bisnis berantakan.

Jika terus dibiarkan, kesalahan demi kesahalan akan berakibat fatal di kemudian hari.

Kesalahan fatal tersebut tentu bisa diminimalisir dengan mempelajari seluk beluk bisnis fotokopi; mulai dari perencanaan, prosedur pelaksanaan, strategi marketing, hingga pengembangan usaha.

Banyak hal yang mempengaruhi kesuksesan dalam berbisnis fotocopy. Beberapa diantaranya akan kita bahas di artikel ini, mari kita ulas satu per satu.

Kesalahan Pengusaha Fotocopy Pemula yang Sering dilakukan

Resiko usaha fotocopy itu ada banyak sehingga untuk memulai usaha ini dibutuhkan perencanaan dan kehati-hatian. Banyak pemula yang gagal karena salah dalam mengambil keputusan.

Maka dari itu, kita bisa belajar dari berbagai kesalahan pengusaha fotocopy pemula untuk meminimalisir kerugian usaha.

1. Memulai Usaha dengan Hutang Berbunga

Menjalankan usaha fotocopy memang membutuhkan modal. Sayangnya, ada yang memulai usaha ini dengan cara berhutang kepada bank puluhan juta. Kami tidak menyalahkan berhutang, tapi jika berhutang ke bank kita harus menanggung bunga yang nantinya bisa saja mengganggu keuangan usaha.

Solusinya mungkin begini:

  • Cari pemberi modal usaha (angel investor), bisa ke orang-orang terdekat anda seperti teman, saudara, atau kenalan yang mampu secara keuangan. Namun anda harus punya integritas untuk memberi timbal balik yang saling menguntungkan.
  • Patungan untuk mengumpulkan modal usaha bersama orang-orang kepercayaan anda atau mengumpulkan modal sendiri jika mampu.
  • Kami benar-benar tidak merekomendasikan pinjaman berbunga. Apabila anda punya pandangan yang berbeda tentang ini, ya itu pilihan anda.

Namun perlu diingat bahwa pinjaman berbunga itu akan menyusahkan di awal usaha. Anda harus mempertimbangkannya matang-matang.

2. Salah Menentukan Lokasi Usaha

Kesalahan pengusaha fotocopy yang satu ini juga bisa berakibat fatal untuk jangka panjang. Seperti yang kita tahu, usaha fotocopy sangat bergantung pada lokasi yang tepat.

Seandainya lokasi usaha jarang ada orang yang berlalu-lalang, lantas siapa yang akan menjadi pelanggan?

Jika tidak ada yang jadi pelanggan, maka usaha fotocopy bisa cepat gulung tikar.

Lebih parahnya, sudah merugi sebelum bisa balik modal.

Maka dari itu, harus pintar dan jeli dalam menentukan lokasi.

3. Kredit Mesin Fotocopy untuk usaha

Selain itu, ada juga yang melakukan pembelian mesin fotocopy dengan sistem kredit. Jika kredit itu memiliki bunga, maka itu juga kurang baik bagi keuangan usaha di awal-awal. Arus kas bisa saja terganggu karena bunga yang cukup besar.

Jika ingin membeli mesin secara kredit, cari yang kredit syariah sehingga tidak memiliki bunga di dalamnya.

4. Memaksakan Beli Mesin Fotocopy Baru

Memaksa beli mesin fotocopy baru juga salah satu kesalahan pengusaha fotocopy pemula. Mereka biasanya beralasan bahwa menggunakan mesin bekas itu takut rusak dan bermasalah.

Padahal, kendala di setiap mesin fotocopy pasti akan selalu ada. Bahkan mesin fotocopy baru pun tidak menjamin akan selalu normal selama masa pakai setahun.

Memakai mesin baru memang lebih enak, akan tetapi harus dipertimbangkan juga biaya pengeluarannya. Bila mesin fotocopy sangat menguras modal usaha anda, lebih baik beli yang bekas terlebih dahulu.

Seandainya anda ingin membeli mesin fotocopy ‘model’ terbaru dan canggih, anda juga harus memikirkan cost produksi.

Mungkin saja modal cetak tiap lembarnya sangat tinggi bahkan di atas harga pasaran.

Hal ini dikarenakan suku cadang/sparepartnya (toner, drum, dsb.) masih cenderung mahal, harus menggunakan spare part original.

Jadi, pertimbangkan apakah memang butuh beli mesin fotocopy baru? Butuh mesin yang tercanggih?

5. Memulai Usaha dengan Cara Menyewa

Apakah menyewa mesin itu menguntungkan? Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak.

Di awal-awal usaha, sebaiknya jangan menggunakan jasa sewa karena keuntungan yang diperoleh harus dibagi dua. Ini bisa menyebabkan arus kas berantakan dan minim profit.

Menyewa jasa sewa mesin fotocopy sebaiknya kalau bisnis fotocopy sudah bertahan cukup lama, arus kas lancar dan anda yakin itu tidak akan mengganggu finansial.

Sebagai pertimbangan, berikut perhitungannya:

  • Harga sewa mesin fotocopy Rp 500.000/bulan
  • Gratis copy 2.000 lembar/bulan
  • Biaya kelebihan Rp 100/lembar
  • Keuntungannya gratis service, sparepart, toner
  • Minimal kontrak sewa 1 tahun

Berdasarkan ilustrasi di atas, maka bisa didapatkan modal setiap lembarnya yaitu:

  • Rp 500.000 dibagi 2.000 lembar = Rp 250/lembar
  • Modal tersebut belum termasuk kertas dan listrik
  • Maka kalau ingin untung, harga fotocopy jadi lebih mahal dari harga pasaran, lebih dari Rp 250 per lembar.

Anda harus mempertimbangkan hal ini matang-matang.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan baca Mending Sewa Mesin Fotocopy, Kredit, atau Beli Baru?

6. Salah Memilih Tipe Mesin Fotocopy

Banyak pemula yang belum paham mengenai mesin fotocopy sehingga salah saat memilih. Mereka tidak tahu mesin seperti apa yang sesuai kebutuhan usaha, alih-alih ingin untung yang terjadi malah merugi karena produksinya lebih mahal.

Lebih baik hindari penggunaan mesin printer kecil / multifungsi karena kurang cocok untuk keperluan usaha.

Hindari penggunaan mesin fotocopy manual karena akan sulit mencari spare part bila mesin mengalami kendala di kemudian hari.

Jangan menggunakan merek mesin fotocopy yang jarang digunakan untuk usaha fotocopy. Di Indonesia sendiri, sangat banyak merek mesin fotocopy. Maka dari itu, pilihlah merek mesin yang sudah familiar seperti Fuji Xerox atau Canon.

7. Menggabungkan Bisnis Fotocopy dengan Bisnis Lain yang Tidak Berhubungan

Saat menjalankan bisnis, seorang pengusaha harus fokus di 1 bidang terlebih dahulu. Tanpa fokus yang jelas, bisnis fotocopy bisa berantakan hanya dalam beberapa bulan saja.

Menjalankan bisnis fotocopy dengan bisnis lain yang tidak berhubungan akan membuat pikiran terpecah belah, misalnya seperti ini:

  • Menggabungkan bisnis fotocopy dengan sembako
  • Menggabungkan usaha fotocopy dengan penjualan baju
  • Menggabungkan bisnis fotokopi dengan laundry

Kalau dicampur seperti itu yang terjadi malah gagal semuanya. Alangkah lebih baik jika menggabungkan bisnis yang masih berhubungan seperti bisnis penjualan alat tulis kantor, cetak foto digital, print dokumen, loket pembayaran online, isi pulsa/kuota, dan lain-lain.

7 kesalahan pengusaha fotocopy pemula di atas memang sering kali terjadi di lapangan. Kesalahan-kesalahan yang telah kami sebutkan di atas, bisa anda jadikan sebagai referensi belajar untuk memulai usaha fotocopy.

Melakukan kesalahan memang manusiawi, namun kita bisa belajar dari kesalahan yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain sehingga kita tidak terlalu merugi baik secara materi maupun waktu. Adanya pengalaman membuat kita jadi lebih hati-hati dan dapat meminimalisir kerugian yang akan terjadi.

Rifa Seorang blogger dan internet marketer asal Sumedang, Jawa Barat. Saat ini aktif mengelola beberapa blog dan berjualan produk fashion secara online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *